Keberhasilan Taliban Menguasai Afganistan Mendapat Pujian Dari Kelompok Hamas

Kabar terkini- Keberhasilan Taliban menguasai Afganistan dalam waktu yang sangat singkat sempat menjadi berita utama selama ber minggu-minggu di seluruh dunia. Kebijakan AS yang mengurangi pasukannya dari Afghanistan merupakan faktor utama keberhasilan kelompok Taliban.

Atas keberhasilan nya tersebut, Kepala Biro Politik Hamas menggelar pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Afganistan yang baru yaitu Amir Muttaqi yang baru ditunjuk oleh Taliban.

Dalam pembicaraan tersebut, Haniyeh memuji kemenangan Taliban atas pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Selanjutnya, Kepala Biro Hamas tersebut juga menyuarakan harapan agar Taliban berperan dalam mendukung saudara-saudara mereka di Palestina untuk membebaskan Yerusalem.

Hamas Puji Taliban Afghanistan

Keberhasilan Taliban menduduki Afganistan dan membentuk pemerintahan baru, menjadi peluang yang bagus bagi Hamas untuk menyuarakan tentang perlunya menjaga agar Palestina ada dalam pidato-pidato Kementerian Luar Negeri Afghanistan.

Di sisi lain, Muttaqi mengungkapkan kebanggaan atas perjuangan rakyat Palestina sekaligus ketabahan mereka di Yerusalem, menurut pernyataan Hamas. Sejak mayoritas pasukan asing yang dipimpin AS meninggalkan Afghanistan, Taliban dengan cepat menduduki sejumlah wilayah.

Puncaknya pada 15 Agustus, Taliban berhasil masuk ibu kota Afghanistan, Kabul, dan menduduki kota tersebut. Setelah itu, Taliban mengumumkan pemerintahan interim Afghanistan untuk mengelola negara tersebut.

Warga negara asing dibiarkan untuk segera meninggalkan Afganistan termasuk Warga negara Indonesia. Proses evakuasi warga Indonesia dari Afghanistan pasca kejatuhan ibu kota Kabul terbilang rumit. Selain meminta bantuan dari negara-negara seperti Pakistan, Turki, dan AS, pemerintah RI juga membangun komunikasi dengan Taliban.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jailani mengaku sempat meminta jaminan keamanan bagi misi diplomatik Indonesia di Afghanistan saat berkomunikasi dengan pihak Taliban pada 13 Agustus atau sebelum proses evakuasi.

Indonesia seperti mendapat perlakuan istimewa dari pihak Taliban, Jadi KBRI justru dijaga dengan baik oleh Taliban pada saat proses evakuasi berlangsung. Taliban membantu kami. Taliban memberikan pengawalan terhadap WNI dari KBRI menuju airport.

Proses evakuasi pun akhirnya berjalan dengan sukses.  Abdul Kadir Jailani mengatakan masalah utama dengan Taliban adalah kepercayaan. Ia menegaskan Indonesia mengharapkan Taliban memenuhi semua komitmennya.